Thankful



Sejak Tim (nickname dari Timothy) lahir, saya harus akui kalau aktivitas #bebikinan scrapbook saya berkurang sangat drastis. Bahkan susyah banget untuk me-time atau bahkan mau nonton ke mall gitu jadi hal yang langka banget. Lebay yah kedengerannya, but thats the reality temen2 (hiks..). Secara saya dan suami sudah komitmen untuk tidak memakai jasa ART/babysitter so inilah resiko yang harus kami alami bersama. Kalau dibilang sedih yah gak juga sih karena secara kualitas dan kuantitas waktu kami jadi banyak banget spend dengan anak, tapi kalo ditanya cape gak, stres gak, jawabnya iya dan banget! hehe..

Banyak teman2 saya dan suami yang nanya kapan nih nyusul anak ke2 nya? Saya langsung kebayang gimana yah ngurus 2 anak tanpa ART, emoticon mimik ketawa+nangis bersamaan itu kayaknya paling cocok mewakili ekspresi saya. Basicly saya tipe orang yang sebenarnya suka ngurus rumah, suka berbenah dan organize stuffs, kadang suka nulis jadwal ini itu yang berhubungan dengan rumah tangga. Suami saya bilang yah kalo Tuhan udah kasih anak mah juga kita gak mungkin nolak yah kan?. Saya manggut2 aja denger suami bilang gitu karena saya juga sadar kalau dulu kami sempat 3 tahun berharap diberi momongan tapi disaat saya hamil pertama kali ternyata saya alami miscarriage, Tuhan ternyata lebih sayang sama anak pertama kami, He called her/him back with Him to heaven. Waktu alami keguguran itu usia kehamilan saya 13 minggu dan tidak tahu jenis kelamin anak kami. But after that sad moment, 6 months later I got pregnant with our 2nd child then Timothy was born. He is perfect, the best gift from God to our family.

Kalau di flashback setiap proses yang kami alami, dari menikah, hamil trus keguguran dan hamil lagi, Tim lahir dan sekarang saya+suami bisa diijinkan jadi orangtua, saya cuma teringat sama 1 kata yaitu "thankful". Mungkin itu comfort word untuk kami.

Oya, sejak bulan lalu saya lagi suka nulis lettering pake brush. Awal mencoba lettering yah ampun susahnya menulis dengan brush dan hasilnya betapa jeleknya tulisan tangan saya (Lol). But I tried anyway :)

Pesona Alam Resort & Spa


Sekitar awal bulan ini saya dan keluarga melakukan short trip ke daerah Puncak, tepatnya di Pesona Alam Resort & Spa. Perjalanan pergi cukup menyenangkan karena kondisi jalan yang lancar dan tidak macet, sekitar 1 jam kami tiba di lokasi tujuan.

Lokasi Pesona Alam tidak jauh dari Taman Safari Indonesia-Cisarua. Ketika tiba di gerbang utama resort, saya terpana dengan indahnya hutan pinus di kanan dan kiri dari jalanan komplek resort. Udara pun sejuk dan terasa segar. Di area komplek resort ini terdapat sebuah kafe untuk tempat hang-out dan minum kopi, Club Huiz namanya.


Review saya untuk kamar yang kami tempati itu cukup bersih, walau disayangkan ada noda di salah satu bantal. Kami menempati kamar di lantai 2 yang langsung bisa melihat ke area parkiran bagian belakang dan area kolam renang. Untuk makan malam kami sempat mencoba beberapa menu di The Banyan Restaurant yang terletak di dalam hotel. Perihal rasa mungkin tergantung selera tiap orang, kalau menurut saya dari beberapa makanan yang saya coba itu rasanya enak terutama sayur asam nya itu enak sekali. Disaat breakfast saya mencoba beberapa makanan di buffet yang letaknya juga di The Banyan Restaurant. Omelet nya cukup enak walau kurang creamy, saya mencoba juga jamu beras kencur yang ditawarkan-rasanya (jujur) lebih enak jamu buatan mbok langganan saya di Jakarta, tapi so far so good. Karena saya pecinta wafel saya mencoba wafelnya - rasanya enak. Yang mengecewakan itu adalah menu dimsum yang ditawarkan, teksturnya kering dan seperti frozen food. Untuk salad dan buah menurut saya semua segar dan enak.


Untuk fasilitas hotel, kami sempat mencoba area swimming pool, mini soccer field dan trampolin. Terdapat juga ruang anak tapi tidak terlalu besar dan tidak ada mainan/fasilitas di dalam ruang tersebut. Anak kami Timothy sangat menyukai berenang dan juga bermain di trampolin yang terletak tidak jauh dari swimming pool.


Di area bawah hotel terdapat lapangan bola versi mini dan jika untuk kamu yang memiliki hobi foto-foto, lumayan banyak spot foto disana. Oiya saya lupa menyebutkan kalau lokasi resort ini tidak berada di tepi jalan utama, jadi jika sudah masuk ke resort rasanya memang harus stay dan menikmati suasana dan fasilitas yang ada. Semoga review saya bermanfaat yah! Sampai jumpa di review saya berikutnya.


*review ini merupakan review non-sponsor. review yang saya lakukan jujur dan murni dari pendapat pribadi sebagai konsumen.

Little Appetite | Planning His New Room

Timothy sudah 2 tahun 4 bulan sekarang dan dia mulai suka menikmati makanan padat seperti pasta. Seringkali dia juga suka meminta untuk makan sendiri tanpa disuapi. Walaupun hasilnya akan berantakan disana sini tapi saya happy lihat dia bisa semangat untuk makan sendiri. Percaya atau tidak, Timothy akan lebih lahap menghabiskan makanannya jika dia makan sendiri daripada disuapi.




Sejak kami menempati rumah hasil renovasi besar (untuk ke2 kali nya), kami merencanakan ingin mempersiapkan 1 ruangan untuk nantinya akan jadi calon kamar untuk Timothy. Ruangannya tidak besar tapi sangat terang karena pasokan cahaya yang cukup banyak dari jendela besar di kamar tersebut. Jujur, ruangan kecil inilah tempat favorit saya untuk mengambil object foto dikarenakan natural lighting-nya yang sempurna.

Kamar kecil langsung sesak setelah diisi mainan si bocah
Hasil foto mentah tanpa diedit samasekali. Saya sukaaaa sekali dengan efek natural lighting-nya.


OLD
© Padni Tantryanti Johan. Design by Fearne.