I Dream A Dream : A Clean House

Salah satu hal yang tidak bisa saya lupakan sedari saya kecil adalah kenangan akan rumah dan orangtua, terutama saya yang mengidolakan ibu saya karena betapa telaten dan apiknya dia dalam hal membersihkan rumah. Secara tidak sadar hal itu terbawa ketika saya masuk ke dalam pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

Saya ingat ketika baru menikah dan saya memang tidak mengandalkan jasa dari ART / asisten rumah tangga, saya bergantian dengan sang suami untuk membersihkan rumah (saya jadi ingat ucapan salah satu sahabat yang bilang kalau suami idaman itu ciri-cirinya mau bantu beberes rumah, hehehe...).

Ini penampakan rumah ketika lagi rapih. Andaikata rumahku bisa rapih, bersih dan cling kayak begini setiap saat....hehe...




Dan ini penampakan kalo si bocah habis main, ngeliatnya aja uda pusing yah, makk....^^
Ada satu kejadian dimana kami begitu kewalahan membersihkan rumah dan saya jadi terpikir kenapa kami tidak punya Vacuum Cleaner saja ya? Apalagi sejak anak kami lahir dan barang-barang bayi mulai bertumpuk, belum lagi mainannya. Saya suka berkhayal kalau punya tongkat sihir ala Harry Potter yang bisa buat rumah langsung bersih dalam sekejap, asiknyaaa....

Beberapa tips sederhana agar rumah selalu bersih dan rapi saya dapatkan dari ibu saya dan hasil dari browsing, semoga tips nya berguna yah untuk para ibu-ibu seperjuangan diluar sana :
1. Hanya membeli dan menyimpan barang yang dibutuhkan, untuk menjaga rumah tetap bisa rapi dan mencegah rumah kepenuhan barang-brang yang tidak diperlukan.
2. Simpan barang per tipe supaya tampak rapi dan mudah dicari saat dibutuhkan, misalnya jangan campurkan mainan anak dengan buku-buku/majalah kita.
3. Gunakan kotak-kotak penyimpanan untuk menyimpan aneka barang dan labeli kotak-kotak tersebut supaya memudahkan kita mencari barang yang dibutuhkan.
4. Bersihkan lantai rumah setiap pagi dan sore (jika diperlukan). Gunakan pembersih lantai untuk membantu lantai tetap bersih.
5. Bagi para ibu yang tidak menggunakan jasa ART(asisten rumah tangga) bisa menyiasati dengan menggunakan Vacuum Cleaner yang dengan mudah bisa membersihkan sudut-sudut ruangan yang sulit dibersihkan.
Terkadang saya memang sering kewalahan membersihkan rumah secara manual, maksudnya menggunakan sapu yah. Saya sempat browsing dan melihat-lihat aneka Vacuum Cleaner, ternyata alat ini sekarang memiliki begitu varian bentuk dan kegunaan (maklum saya termasuk golongan ibu-ibu pengguna sapu yah, makkk....). Seperti layaknya wanita yang suka cuci mata saya jadi naksir ketika melihat-lihat aneka Vacuum Cleaner.

Kalap banget kalau browsing Vacuum Cleaner yang modelnya keren-keren gini. (Source : http://www.electrolux.co.id/LocalFiles/AsiaPacific_Region/Brochures/INDO/Master_Catalog_Vacuum.pdf)

Merek yang saya lagi lirik adalah Electrolux Indonesia . Mata saya langsung berbinar-binar kalau melihat yang beginian, hehe... Bentuk Vacuum Cleaner nya cakep-cakep yah.

Vacuum Cleaner Electrolux Indonesia
Saya juga baru tahu aneka Vacuum Cleaner-nya Electrolux beserta fungsi masing-masing (seperti gambar diatas). Setelah puas melihat-lihat saya paling naksir tipe Cordless tipe Ergorapido, bentuknya yang ramping dan mudah disimpan setelah digunakan kayaknya paling cocok untuk rumah saya yang imut-imut. Salah satu wishlist saya semoga tahun ini bisa segera punya si Ergopido, aminn.....



Tulisan ini disertakan dalam  #TUMElectroluxBlogCompetition (Electrolux Indonesia, #Over100YearsElectroluxVacuum, The Urban Mama).
Sumber gambar Vacuum Cleaner dari www.electrolux.co.id.





Thankful



Sejak Tim (nickname dari Timothy) lahir, saya harus akui kalau aktivitas #bebikinan scrapbook saya berkurang sangat drastis. Bahkan susyah banget untuk me-time atau bahkan mau nonton ke mall gitu jadi hal yang langka banget. Lebay yah kedengerannya, but thats the reality temen2 (hiks..). Secara saya dan suami sudah komitmen untuk tidak memakai jasa ART/babysitter so inilah resiko yang harus kami alami bersama. Kalau dibilang sedih yah gak juga sih karena secara kualitas dan kuantitas waktu kami jadi banyak banget spend dengan anak, tapi kalo ditanya cape gak, stres gak, jawabnya iya dan banget! hehe..

Banyak teman2 saya dan suami yang nanya kapan nih nyusul anak ke2 nya? Saya langsung kebayang gimana yah ngurus 2 anak tanpa ART, emoticon mimik ketawa+nangis bersamaan itu kayaknya paling cocok mewakili ekspresi saya. Basicly saya tipe orang yang sebenarnya suka ngurus rumah, suka berbenah dan organize stuffs, kadang suka nulis jadwal ini itu yang berhubungan dengan rumah tangga. Suami saya bilang yah kalo Tuhan udah kasih anak mah juga kita gak mungkin nolak yah kan?. Saya manggut2 aja denger suami bilang gitu karena saya juga sadar kalau dulu kami sempat 3 tahun berharap diberi momongan tapi disaat saya hamil pertama kali ternyata saya alami miscarriage, Tuhan ternyata lebih sayang sama anak pertama kami, He called her/him back with Him to heaven. Waktu alami keguguran itu usia kehamilan saya 13 minggu dan tidak tahu jenis kelamin anak kami. But after that sad moment, 6 months later I got pregnant with our 2nd child then Timothy was born. He is perfect, the best gift from God to our family.

Kalau di flashback setiap proses yang kami alami, dari menikah, hamil trus keguguran dan hamil lagi, Tim lahir dan sekarang saya+suami bisa diijinkan jadi orangtua, saya cuma teringat sama 1 kata yaitu "thankful". Mungkin itu comfort word untuk kami.

Oya, sejak bulan lalu saya lagi suka nulis lettering pake brush. Awal mencoba lettering yah ampun susahnya menulis dengan brush dan hasilnya betapa jeleknya tulisan tangan saya (Lol). But I tried anyway :)

Pesona Alam Resort & Spa


Sekitar awal bulan ini saya dan keluarga melakukan short trip ke daerah Puncak, tepatnya di Pesona Alam Resort & Spa. Perjalanan pergi cukup menyenangkan karena kondisi jalan yang lancar dan tidak macet, sekitar 1 jam kami tiba di lokasi tujuan.

Lokasi Pesona Alam tidak jauh dari Taman Safari Indonesia-Cisarua. Ketika tiba di gerbang utama resort, saya terpana dengan indahnya hutan pinus di kanan dan kiri dari jalanan komplek resort. Udara pun sejuk dan terasa segar. Di area komplek resort ini terdapat sebuah kafe untuk tempat hang-out dan minum kopi, Club Huiz namanya.


Review saya untuk kamar yang kami tempati itu cukup bersih, walau disayangkan ada noda di salah satu bantal. Kami menempati kamar di lantai 2 yang langsung bisa melihat ke area parkiran bagian belakang dan area kolam renang. Untuk makan malam kami sempat mencoba beberapa menu di The Banyan Restaurant yang terletak di dalam hotel. Perihal rasa mungkin tergantung selera tiap orang, kalau menurut saya dari beberapa makanan yang saya coba itu rasanya enak terutama sayur asam nya itu enak sekali. Disaat breakfast saya mencoba beberapa makanan di buffet yang letaknya juga di The Banyan Restaurant. Omelet nya cukup enak walau kurang creamy, saya mencoba juga jamu beras kencur yang ditawarkan-rasanya (jujur) lebih enak jamu buatan mbok langganan saya di Jakarta, tapi so far so good. Karena saya pecinta wafel saya mencoba wafelnya - rasanya enak. Yang mengecewakan itu adalah menu dimsum yang ditawarkan, teksturnya kering dan seperti frozen food. Untuk salad dan buah menurut saya semua segar dan enak.


Untuk fasilitas hotel, kami sempat mencoba area swimming pool, mini soccer field dan trampolin. Terdapat juga ruang anak tapi tidak terlalu besar dan tidak ada mainan/fasilitas di dalam ruang tersebut. Anak kami Timothy sangat menyukai berenang dan juga bermain di trampolin yang terletak tidak jauh dari swimming pool.


Di area bawah hotel terdapat lapangan bola versi mini dan jika untuk kamu yang memiliki hobi foto-foto, lumayan banyak spot foto disana. Oiya saya lupa menyebutkan kalau lokasi resort ini tidak berada di tepi jalan utama, jadi jika sudah masuk ke resort rasanya memang harus stay dan menikmati suasana dan fasilitas yang ada. Semoga review saya bermanfaat yah! Sampai jumpa di review saya berikutnya.


*review ini merupakan review non-sponsor. review yang saya lakukan jujur dan murni dari pendapat pribadi sebagai konsumen.

OLD
© Padni Tantryanti Johan. Design by Fearne.